“Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.” (Mzm94: 19).
Semua orang punya pergumulan. Tiap insan memiliki salah sendiri-sendiri. Ada yang bermasalah dengan diri sendiri, ada pula yang bermasalah dengan orang lain. Ada yang punya masalah dengan lingkungannya. Kebiasaan dosa yang sulit dihilangkan, bagian-bagian tubuh yang kurang indah, keluarga yang tidak peduli, penyakit, gaji yang sepertinya semakin berkurang nilainya karena kenikan harga-harga, pasangan yang selingkuh, dll. Ada 1001 macam masalah yang mengelilingi kita. Dan hidup pun semakin lama terasa semakin sulit.
Namun kita menginginkan kehidupan yang sebaliknya. Kita mendambakan hidup yang aman, nyaman, dan lma. Jiwa kita merindukan kehidupan tanpa hambatan seperti di sorga. Oleh karenanya, kita berupaya sekuat tenaga untuk menghindari kesulitan-kesulitan yang menghadang. Secara otomatis, kita semua akan bereaksi sama : megejar kenyamanan dan menghindari kesulitan.
Berbagai upaya kita lakukan untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi beban-beban hidup kita. Ada yang mengejar uang karena berpikir uang dapat membeli segala kenyamanan yang diidamkan. Ada pula yang membenamkan diri dalam seks bebas, obat-obatan, minuman keras, dan pesta pora. Sebagian orang berusaha melupakan beban pikiran mereka dengan menekuni hobi tertentu. Sebagian, yang lain mengejar karir dan jabatan. Semua orang terus mencari rumus dan formula yang paling tepat untuk menikmati hidup yang nyaman.
Akan tetapi tidak semua orang mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ada yang terus mencari, ada pula yang tenggelam dalam keputusasaan. Bahkan lebih parah lagi, tidak sedikit yang memilih untuk mengakhiri hidupnya. Kita ini bagaikan seorang nelayan yang kehausan di tengah samudera yang luas. Ada begitu banyak air di sekeliling kita, namun tiap kali kita meminumnya, kita justru semakin dahaga. Betepa mengerikannya!
Namun puji Tuhan, kita punya Yesus! Dari semua tokoh besar dalam sejarah, hanya Yesus satu-satunya yang dengan tegas dan berani mengatakan “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yohanes 7:37b). Ia mengundang setiap jiwa kita, bukan uang, bukan seks, bukan jabatan. Di saat hati kita dipenuhi dengan berbagai kekuatiran, kekecewaaan, dan kesedihan, hanya Dialah yang sanggup menghibur jiwa kita. Penulis Mazmur telah mengalamainya. Kita pun punya kesempatan yang sama.
Perhatikanlah kesaksian sekaligus keyakinan saudara-saudara kita : “Sebab selama masih diam di dalam kemah (tubuh-pen) ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan…Tetapi Allahlah…yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan….Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah….” (2 Korintus 5: 4-7). Hanya jiwa-jiwa yang telah dipuaskan sajalah yang dapat mengarungi hidup dengan tabah. Hanya mereka yang telah beroleh penghiburan yang sejati dari Allah yang sanggup bertahan di dalam segala kesulitan.
Ketika permasalahan-permasalahan datang memenuhi benak kita, jangan mencari solusi (baca:penghiburan) di luar Tuhan. Biasakanlah untuk datang kepada-Nya, dalam doa dan perenungan akan firman-Nya. Minta dukungan dan masukan dari saudara seiman. Tuhan akan menghibur dan menguatkan kita di dalam perjalanan hidup kita, untuk mengajar kita bertumbuh, semakin berkenan kepada-Nya, dan menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Amin.
Ayus!
Semarang, Juni ‘08