Konon pemerintah kita melalui pak wapres Jusuf Kalla akan memblok semua situs porno yang beredar di Indonesia dalam waktu dekat ini. Sebagai orang awam yang hanya tahu sedikit-sedikit tentang komputer dan internet, saya meragukan kemampuan pemerintah dalam hal ini. Saya hanya bisa menduga-duga apa kira-kira yang akan dilakukan pemerintah? Apakah mereka akan mendaftar semua kata-kata (yang mereka anggap) porno dari kamus umum bahasa Indonesia dan memblokir semua situs yang menggunakan kata-kata “tabu” tersebut? Ataukah mereka akan membuat tim khusus yang akan menyeleksi satu-persatu tiap situs yang ada di Indonesia atau bahkan di dunia, lalu memblokirnya?
Ada beberapa hal yang terlintas dalam pikiran saya yang awam ini:
1. Porno dan tidak porno adalah penilaian subyektif, dan karenanya tidak ada satu orangpun yang bisa memiliki kapabilitas untuk menentukan “tingkat kepornoan” dari (tampilan) suatu situs. Bayangkan kalau situs kedokteran ikut terkena blokir karena menyebutkan kata “penis” dan “vagina,” APA KATA DUNIA?
2. Secara historis, kejahatan selalu berkembang, lebih-lebih kejahatan di dunia cyber. Ketika software mulai dibajak, produsen software ramai-ramai memproteksinya dengan menambahkan pengamanan pada software mereka berupa password. Tak lama kemudian, metode pengamanan inipun berhasil dibobol. Lalu selain password, mulailah digunakan metode aktivasi yang mengharuskan pengguna software mendaftarkan produk tersebut langsung ke situs produsen untuk bisa menggunakannya secara utuh. Tapi metode inipun juga sudah banyak dibobol. Menurut prediksi saya, gebrakan pemerintah ini tidak akan berhasil, apalagi negara kita ini termasuk ’sarang’ hackers yang sudah go international,
3. Berapa kira-kira biaya yang akan dikeluarkan pemerintah untuk menyukseskan programnya yang satu ini? Akankah sepadan dengan hasilnya? Akankah lebih efektif jika anggaran yang ada dipergunakan untuk membiayai kampanye-kampanye anti-pornografi dan peningkatan akhlak serta pengajaran budi pekerti di sekolah-sekolah misalnya? Atau… dalam masa-masa yang konon sulit ini, dana tersebut digunakan untuk keperluan yang lebih mendesak seperti mensubsidi minyak untuk rakyat?
Ah, saya hanya bisa mengamati, memprediksi, dan menulis.. itu saja. Semoga pak pres dan pak wapres beserta jajaran menteri di tengah kesibukan beliau-beliau, sempat surfing internet dan membaca tulisan saya ini. Kalau bapak-ibu anggota dewan sih, sepertinya lebih sempat… kan laptopnya baru? hehehe….
Semoga bermanfaat. Amin.
30 Maret 2008 at 9:48 am
salam hangat
13 November 2008 at 6:01 pm
Ehmmm, percuma saja dech…