Percakapan pendek berikut ini saya temukan dalam buku “Sejenak Bijak” karya Anthony De Mello:

“Bagaimana aku bisa mengampuni sesama?”

“Jika engkau tidak pernah menghakimi, engkau juga tidak akan perlu mengampuni.”

Kalau dipikir-pikir, betul juga ya, apa yang dikatakan Sang Guru. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita secara fisik maupun mental, kita cederung memposisikan diri sebagai korban, sekaligus jaksa dan hakim. Kita cenderung menyalahkan orang tersebut dan menunggu agar orang yang kita anggap bersalah tersebut datang kepada kita untuk meminta maaf. Tapi bayangkan seandainya kita tidak ambil pusing dengan perlakuan orang yang merugikan kita dan menyerahkan semua “penghakiman” sepenuhnya kepada Hakim Yang Adil, maka kita tidak perlu pusing-pusing bergumul dan berdoa untuk mengampuni seseorang kan?

Nah, adakah seseorang yang masih dalam daftar antrian untuk kamu ampuni? Segera buang daftar itu. Mulailah mengampuni, sekarang. Amin.