Rehat? Mengapa tidak? Kita pasti pernah sekali waktu melakukannya kan? Bayangkan seandainya Anda menyetir mobil dalam sebuah perjalanan dari Bandung ke Surabaya, pasti Anda akan berhenti sesekali, entah untuk mengisi BBM, makan, atau sekedar meluruskan kaki yang pegal. Apa yang mungkin terjadi jika Anda memutuskan untuk tidak berhenti sampai tujuan terakhir alias melakukan perjalanan non-stop? Resiko kecelakaan pasti semakin besar, bahkan mungkin bisa merenggut nyawa Anda. Karena itulah, kita butuh rehat.
Dalam perjalanan hidup kita, kita juga butuh rehat. Kita butuh berhenti sejenak di beberapa titik perhentian untuk beristirahat, mengevaluasi perjalanan yang sudah kita tempuh, dan merencanakan (ulang) perjalanan kita di depan. Dengan demikian, resiko-resiko “kecelakaan” yang mungkin terjadi dalam hidup kita dapat terhindarkan.
Masa-masa akhir tahun 2007 dan awal tahun 2008 ini adalah titik-titik perhentian yang baik bagi kita untuk melakukan ReHAT. ReHAT yang ini merupakan akronim dari Refleksi Hidup Akhir/Awal Tahun. Seseorang pernah berkata kepada saya, “Sebenarnya guru yang terbaik dalam hidup bukanlah pengalaman, tetapi pengalaman yang direfleksikan.” Dari semua pengalaman yang sudah kita lewati, kita perlu berhenti sejenak dan merefleksikan tiap-tiap pengalaman tersebut. Karena jika tidak, hidup kita akan sia-sia dan mengalir begitu saja karena kita tidak pernah belajar dari pengalaman-pengalaman kita.
Selamat ReHAT, semoga bermanfaat. Amin